JURNAL MANAJEMEN
KANTOR
Pengaruh Fasilitas
terhadap Pegawai di dalam
Lingkungan Kerja
Influence of
Facilities for
Employees in the Workplace
by:
Ghanivy Noer Akbar
Program Studi Bahasa Inggris
Politeknik Negeri Bandung
ABSTRACT
Sumber
daya manusia yang merupakan bagian penting dan berpengaruh dalam aktivitas
suatu organisasi perusahaan menjadi latar belakang pembahasan ini. Sumber daya
manusia yang baik akan menghasilkan kinerja yang baik.Salah satu hal yang bisa
dilakukan oleh pimpinan dari sebuah organisasi
perusahaan untuk meningkatkan kinerja para pegawai adalah dengan memberikan
fasilitas kantor yang memadai, motivasi kerja yang baik serta menciptakan kedisiplinan
kerja yang berkualitas kepada seluruh pegawai.
Maka
dari itu, tujuan penelitian adalah untuk mengetahui seberapa efisien para
perusahaan atau organisasi untuk memfasilitasi para pegawai mereka dengan
layak, agar proses kegiatan dalam setiap pekerjaan pun menjadi optimal.
Permasalahan yang dicari dari topik ini adalah tentang seperti apa dampakdan
pengaruh dari keberadaaan fasilitas kantor untuk para pekerja. Menggunakan
tinjauan pustaka, para peneliti meniktiberatkan keutamaan sumber daya manusia
yang baik dari segi kesiapan tempat kantor itu sendiri untuk melakukan
aktifitas kerja dan melayani para konsumen. Banyak jenis fasilitas yang dapat
dikaji agar dapat memenuhi kriteria kantor yang sesuiai dengan kebutuhan para
karyawan.
1.
PENDAHULUAN/LATAR BELAKANG
Jika
kita melihat secara seksama, sudah jelas bahwa sumber daya manusia adalah
faktor utama yang mempengaruhi dunia kerja. SDM adalah motor utama penggerak
adanya proses atau kegiatan yang terjadi dalam sebuah institusi ataupun
organisasi. Tak ayal jika kebutuhan untuk sumber daya manusia pun meningkat
setiap waktunya agar setiap tujuan yang ingin dicapai oleh suatu kantor
tersebut dapat dicapai. Akan tetapi,
seiring dengan perubahan era globalisasi saat ini, banyak ditemukan berbagai
permasalahan yang diakibatkan oleh
ketidakmampuan para pelaku pengusaha untuk beradaptasi dengan kemajuan
teknologi.
Tak hanya perusahaan,lembaga seperti
pemerintahan pun dituntut untuk dapat meminimalisir kesalahan tersebut dan
mengoptimalkan kinerja dari sumber daya manusia yang ada. Banyak cara yang
dapat dilakukan agar semua hal berjalan secara maksimal. Salah satunya adalah
peningkatan fasilitas bagi para pekerja. Hal ini tidak akan pernah lepas dari
kebutuhan mendasar untuk sebuah pekerjaan. Bayangkan saja, jika sebuah
perusahaan tidak dapat memiliki fasilitas yang memadai untuk para pegawainya,
banyak segi yang akan menjadi permasalahan baru dalam kantor karena faktor ini.
Untuk mencapai tujuannya, suatu kantor harus ditunjang dengan fasilitas yang
memadai sehingga proses kerja dapat berjalan secara efektif. Fasilitas kerja
yang disediakan oleh sebuah kantor adalah sarana dan prasana untuk setiap
kegiatan agar pekerjaaan dapat dilakukan dengan mudah. Fasilitas kerja yang
dipakai adalah fasilitas yang dipelihara dengan baik dan layak pakai. Dengan ini, kelancaran proses
kerja dalam suatu organisasi akan lebih mudah dilaksanakan.
2. KAJIAN
LITERATUR/TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Lingkungan Kerja
Menurut Robbins
(2010) lingkungan adalah lembaga-lembaga atau kekuatan-kekuatan diluar yang
berpotensi mempengaruhi kinerja organisasi, lingkungan dirumuskan menjadi dua
yaitu lingkungan umum dan lingkungan khusus. Lingkungan umum adalah segala
sesuatu di luar organisasi yang memilki potensi untuk mempengaruhi organisasi.
Lingkungan ini berupa kondisi sosial dan teknologi. Sedangkan lingkungan khusus
adalah bagian lingkungan yang secara langsung berkaitan dengan pencapaian
sasaran-sasaran sebuah organisasi.
Sesuai dengan Keputusan Menteri
Kesehatan No. 261/MENKES/SK/II/1998 Tentang: Persyaratan Kesehatan Lingkungan
Kerja bahwa lingkungan kerja perkantoran meliputi semua ruangan, halaman dan
area sekelilingnya yang merupakan bagian atau yang berhubungan dengan tempat
kerja untuk kegiatan perkantoran. Persyaratan kesehatan lingkungan kerja dalam
keputusan ini diberlakukan baik terhadap kantor yang berdiri sendiri maupun
yang berkelompok.
Sedangkan Herman Sofyandi (2008:38)
mendefinisikan “Lingkungan kerja sebagai serangkaian faktor yang mempengaruhi
kinerja dari fungsi-fungsi/ aktivitas-aktivitas manajemen sumber daya manusia
yang terdiri dari faktor-faktor internal yang bersumber dari dalam organisasi”.
Dari pendapat kedua ahli tersebut, dapat
disimpulkan bahwa lingkungan kerja merupakan tempat dimana para pekerja dapat
dipengaruhi sesuai dengan kemampuan dan adaptasi masing-masing yang ditentukan
dengan kinerja mereka terhadap fungsi atau aktivitas yang terjadi dalam
manajemen pekerjaan itu sendiri. Lingkungan kerja harus dapat di kelola sebaik
mungkin sesuai dengan kebutuhan dan kapasitas kinerja yang akan diberikan oleh
para pegawai itu sendiri. Mereka akan belajar untuk memahami serta beradaptasi
terhadap lingkungan sekitar yang bias saja terdiri dari berbagai macam budaya.
Budaya yang dimaksud disini dapat mempengaruhi faktor teknis atau non-teknis
dari para pegawai. Untuk itu, lingkungan diciptakan dan dapat dirasakan dengan
nyaman terhadap seluruh elemen yang ada dalam kantor. Salah satu dari itu
adalah fasilitas kerja.
2.2 Fasilitas Kerja
Menurut Lupiyaodi 2006 : 150
Fasilitas adalah sarana untuk melancarkan dan memudahkan pelaksanaan fungsi.
Fasilitas merupakan komponen individual dari penawaran yang mudah ditumbuhkan
atau dikurangi tanpa mengubah kualitas dan model jasa. Fasilitas juga merupakan
alat untuk membedakan program lembaga pendidikan yang satu dari pesaing yang
lainnya. Dalam pemahamannya, Lupiyaodi juga mengisyaratkan bahwa fasilitas
merupakan salah satu faktor utama yang harus ada untk menunjang kinerja dan
progres setiap kegiatan yang ada. Dengan begitu, seorang pekerja tidak dapat
melakukan pekerjaan secara efisien dan maksimal jika tidak disertai dengan fasilitas
kerja.
Menurut Hartanto
karakteristik dari sarana pendukung dalam proses aktivitas perusahaan adalah :
1. Memiliki bentuk
fisik
2. Digunakan secara
aktif dalam kegiatan normal perusahaan
3. Mempunyai jangka
waktu relative permanen lebih dari satu periode akuntansi atau lebih dari satu bulan
4. Memberikan
manfaat dimasa yang akan datang.
Terdapat banyak faktor yang dapat
mendukung untuk mencapai tujuan setiap perusahaan. Fasilitas kerja para
karyawan merupakan salah satu hal yang mendukung bagi kelancaran tugas yang
diberikan sehingga pekerjaan dapat dilakukan sesuai dengan yang ingin dicapai.
Untuk itu, perusahaan harusnya sadar
untuk menanggapi kebutuhan para karyawan dengan fasilitas kerja yang tak kalah
penting untuk menyediakan dan memberikan fasilitas kerja. Setiap instansi
memiliki fasilitas kerja yang berbedadalam bentuk ataupun jenisnya. Hal ini dapat dilihat dari
jenis usaha dan besar kecilnya perusahaan itu. Sofyan berpendapat bahwa :
1.
Peralatan
dan mesin yang merupakan keseluruhan peralatan yang digunakan untuk mendukung
proses produksi yang ada di perusahaan
2.
Prasana,
yaitu fasilitas pendukung yang digunakan untuk memperlancar aktivitas
perusahaan.
3.
Perlengkapan
kantor, yaitu fasilitas yang mendukung aktivitas kegiatan yang ada
diperkantoran, seperti perabot diperkantoran, seperti perabot kantor, peralatan
laboratorium dan peralatan elektronik.
4.
Peralatan
inventaris, adalah peralatan yang digunakan sebagai inventaris dalam perusahaan
seperti inventaris kendaraan, kantor, pabrik, lab, gudang, dan lain lain.
5.
Tanah,
merupakan asset yang terbentang luas baik digunakan dalam bangunan ataupun
berupa lahan kosong yang dapat digunakan untuk aktivitas perusahaan.
6.
Bangunan,
yaitu fasilitas yang menunjang untuk kegiatan aktivitas sentral seperti
perkantoran dan pergudangan.
7.
Alat
transportasi yaitu semua jenis peralatan transportasi atau kendaraan yang
digunakan untuk melaksanakan aktivitas perusahaan.
2.3 Kinerja
Sumber daya manusia sangat penting bagi
perusahaaan. Mereka memiliki peran untuk mengelola dan mengatur agar dapat
berfungsi secara produktif untuk tercapainya tujuan. Karena SDM adalah titik
sentral, maka hal ini harus dioptimalkan dengan penuh perhatian dalam sebuah
organisasi agar dapat meningkatkan kinerja pegawai.
Kinerja adalah hasil kerja secara
kualitas dan kuantitas yang diraih oleh pekerja sesuai dengan fungsi hingga
dapat meraih tujuan yang di bebankan kepadanya. Yang berarti bahwa mereka dapat
bertanggung jawab untuk memenuhi hal itu. Kinerja pegawai sangatlah diperlukan
karena dengan kinerja, kita dapat menilai seberapa jau kemampuan kita dalam
melaksanakan tugas yang diberikan kepada pekerja. Untuk itu dibutuhkan criteria
yang jelas dan terukur serta ditetapkan secara bersamaan.
Prawiro seperti yang dikutip oleh
sinambella menyatakan bahwa “kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh
seseorang atau kelompok orang dalam suatu organisasi, sesuai dengan wewenang
dan tanggungjawab masing-masing, dalam rangka upaya mencapai tujuan organisasi
bersangkutan secara legal, tidak melanggar hukum dan sesuai dengan moral dan
etika”.
Dengan membentuk fasilitas kerja
sebagai salah satu faktor utama dengan baik, maka kinerja para pegawai pun akan
jauh lebih maksimal dan optimal. Setidaknya jika memang mereka tidak dapat
melakukan itu, terdapat fasilitas yang dapat menutup dan memperbaiki segala
kekurangan yang ada dalam proses kegiatan dalam lingkungan kerja. Oleh
karenanya, perlu bagi setiap perusahaan untuk mengetahui tolak ukur para
pegawai dengan kinerja mereka dibantu dengan sarana dan prasana yang mempuni
untuk menunjang tujuan yang akan dicapai bagi setiap perusahaan.
3
PEMBAHASAN/ANALISIS
Pada dasarnya,
kemampuan setiap manusia dalam menangkap atau menerima sebuah lingkungan baru
berbeda beda. Apalagi jika itu dapat berpengaruh terhadap kinerja setiap orang,
tak terkecuali para pegawai. Jika kita bandingkan secara sederhana, kantor yang
baik akan menciptakan kinerja yang optimal. Berbeda dengan kantor yang tidak
memadai, akan sangat berpengaruh juga pada setiap progress kegiatan yang ada di
dalam kantor tersebut dan hasilnya pun akan jauh mereka dari mereka yang siap
untuk menghadapi era baru. Tujuan tiap perusahaan memang berbeda, tapi semuanya
tentu memiliki satu persamaan, untuk menciptakan keuntungan antara 2 belah
pihak, baik perusahaan dan pelanggan.
Dengan adanya fasilitas yang dapat
menunjang tiap pekerjaan dalam kantor, efektifitas dalam proses yang ada akan
sangat melonjak pesak. Mereka dengan bias memahami serta terbantu dengan adanya
semua fasilitas tersebut. Kembali lagi dengan apa yang kita bahas sebelumnya,
semuanya harus saling menguntungkan. Ketika para pekerja diapresiase dan
dibantu untuk menggapai tujuan perusahaan, maka pelanggan pun akan ikut
berdatangan karena hasil optimal yang ada hingga menjadi bukti bahwa perusahaan
itu menjadi minat utama bagi para konsumen.
Analisis ini digunakan untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh fasilitas kantor dalam lingkungan kerja yang
akan berefek pada motivasi kerja, dan disiplin kerja. “Statistik deskriptif
adalah statistik yang digunakan untuk menganalisis dengan cara mendeskripsikan
atau menggambarkan data yang telah terkumpul sebagaimana adanya tanpa bermaksud
membuat kesimpulan yang berlaku untuk umum atau generalisasi” (Sugiyono, 2010:
207-208).
5. KESIMPULAN
Berdasarkan penelitian diatas, dapat
disimpulkan bahwa pengaruh fasilitas kerja terhadap lingkungan yang ada di dalam
lingkungan kerja sangatlah riskan.adanya berbagai macam tujuan yang ada dari
setiap perusahaan yang berbeda membuat tuntutan itu semakin tinggi, hingga
tuntutan terhadap kesediaan fasilitas dalam lingkungan kerja wajib diadakan.
Dari penelitian diatas juga kita dapat
menyimpulkan bahwa kinerja yang optimal dari semua pegawai akan tercipta jika
mereka dapat memahami dan beradaptasi dengan baik dalam lingkungan kerja. Tentu hal ini didukung dengan keberadaaan fasilitas
penunjang kerja yang optimal. Sarana dan prasarana yang mumpuni dapat
disediakan dengan perawatan yang rutin. Semua itu membutuhkan peran yang
penting dari setiap pegawai.
Pada akhirnya, segala faktor yang
memungkinkan para pegawai untuk membuat lingkungan kerja semakin nyaman dan
lengkap memicu pada beberapa faktor. Mereka dapat bekerja dengan efisien dan
praktis dikarenakan adanya berbagai macam jenis fasilitas yang disediakan oleh
perusahaan, sesuai dengan kebutuhan perusahaan baik yang kecil maupun yang
besar. Perusahaan harus bias menyesuaiakan diri dan memperbaiki segala
kekurangan yang ada agar menjadi lebih baik bagi semua kalangan. Baik pegawai
ataupun konsumen semua dapat merasakan keuntungan yang sama dan sepihak. Jika
semua ini dapat dilakukan, tujuan perusahaan pun akan dicapai dengan maksimal
sesuai dengan target yang mereka tentukan.
Daftar
Pustaka:
Herman,Sofyandi(2008:38)'http://library.um.ac.id/freecontents/index.php/buku/detail/manajemen-sumber-daya-manusia-herman-sofyandi-44670.html
Lupiyaodi (2006 : 150).penentuan strategi dalam lingkup bisnis dunia. Research Center for business, politics,and
culture
Prawiro (2004 : 150)
jurnal-unsultra.ac.id/index.php/sjps/article/download/49/22/
Robbins (2010) 'Pengaruh lingkungan kerja dalam dunia bisnis
dan ekonomi, di Universirtas Indonesia, Jakarta
Sugiyono (2010: 207-208). ‘statiska untuk penelitian.
Jakarta penerbit : Altabita’
keterangan :
- plagiarism = (total) 7%
- unique = (total) 93%
- situsweb = https://www.duplichecker.com/


No comments:
Post a Comment